Bangsa Ini

Posted on 1 November 2008 by

0


Ada yang bercinta
Padahal tak mengenal cinta
Lalu apa?
Pelampiasan nafsu semata

Katanya alamiah
Yang ku tahu, alam itu bersih
Alam adalah keharmonisan suci
Alam tak memikirkan nafsu sendiri
Untuk dipuaskan seutuhnya

Kala onggongkan daging berwujud manusia
Sedang berdua dengan temannya
Banyak molekul hitam bermuatan nafsu
Diawali dengan kesempatan, kesepakatan,
Dan akhirnya adalah justifikasi!

Teman-teman
Mari kita kembali di dalam sujud
Merasakan nikmatnya khusyu
Lepaskan saja cinta birahimu
Gantikan dengan suara jiwa
Bangsa ini masih memerlukanmu
Bangsa ini merindukan cinta sejati
Bangsa ini mengharapkan kasih sayang
Bangsa ini membutuhkan keharmonisan kolektif
Bangsa ini bosan dengan teriknya cuaca
Bangsa ini muak dengan derasnya janji
Bangsa ini haus kepedulian
Bangsa ini lapar perhatian
Bangsa ini bangsa kita

Dengarkanlah suara jiwamu
Dia mau bicara padamu,
“Selama ini aku kau lupakan
nafsu kau anggap nurani
lalu bagaimana dengan ku?”

Dengarkan suara jiwamu yang sekarat dibekap nafsu
Hampir tak dapat bernapas lagi

[Pasar Jum’at, 22 Maret 1994]

Advertisements
Tagged:
Posted in: Puisi