Sesekali

Posted on 1 November 2008 by

4


Sesekali
Wajah kita kusam bagai gelapnya malam
Sesekali
Wajah kita cerah bagai mentari di tengah masa
Sesekali
Kita lupa bicara dengan siapa
Sesekali
Kita lupa dengan siapa harusnya bicara
Sesekali
Kita lupa berhadapan dengan siapa
Sesekali
Kita lupa dengan siapa harusnya berhadapan
Sesekali
Semua hanya sesekali,
Tak pernah salahkah kita?
Sesekali
Adalah kewajaran,
Selalu benarkah kita?
Sesekali, hanya sesekali
Dan kewajaran selalu jadi penyelesaian
Lalu seperti apakah kebodohan*

Mampang, 28 Oktober 1992

* Suhartadi “penyair langit” Teddy Malik

Advertisements
Tagged:
Posted in: Puisi