Being Happy and Fresh

Posted on 2 November 2008 by

0


Saya memaksakan diri membuat judul demikian. Bukan sok berbahasa Inggris, bukan pula biar dianggap rada intelek sedikit dengan berbule-ria. Judul tersebut tercetus begitu saja ketika melihat realitas pendidikan di negeri yang sedang mengharapkan datangnya pemimpin yang benar-benar peduli terhadap pendidikan. Tak tahu siapa yang bakal terpilih sebagai presiden, yang jelas bukan pada kolom ini pembahasannya.

Tulisan ini akan menyampaikan sedikit trik yang dilakukan oleh pendidik yang menjadi guru favorit bagi siswanya. Bisa jadi trik ini sudah diketahui oleh sebagian besar pendidik yang ada di sini. Terutama mereka yang gemar membaca literatur populer tentang pendidikan. Namun tak ada salahnya saya mengingatkan kembali, sekedar untuk menyegarkan kembali ingatan kita akan pentingnya pembentukan suasana dalam proses belajar mengajar.

Koq, membentuk suasana, sih? Bukankah yang akan kita bentuk adalah watak manusia yang berpredikat siswa? Apalagi yang harus diperbuat oleh pendidik terhadap siswanya? Memang sebagai guru anda mungkin sudah terlalu lelah untuk menyiapkan mulai dari program pembelajaran hingga rencana pengajaran. Saat para siswa sedang asyik liburan, anda sedang sibuk menyusun apa yang akan anda sajikan untuk mereka sesuai dengan spesialisasi anda. Sepertinya repot sekali menjadi guru sekarang ini. Tidak seperti guru-guru kita saat kecil dulu, yang sepertinya sekedar memberikan perintah untuk membuka bab IV halaman 68 lalu memberikan tugas meringkas dan pekerjaan rumah. Bagi yang pernah mengalami gaya pendidikan seperti itu, tak perlu meremehkan guru masa lalu kita. Toh mereka telah berbuat pada zaman yang pas untuk mereka. Kini kitapun harus berbuat yang pas untuk zaman kita, karena itulah cara mengajar atau gaya mendidiknya berbeda. Anggap saja ini merupakan tuntutan zaman yang terus bergerak pada dinamikanya.

Kembali pada suasana. Hari pertama mengajar, anda dihadapkan pada puluhan siswa yang baru saja menikmati masa liburnya. Bisa jadi ada yang memiliki pengalaman menyenangkan, menyedihkan, bahkan bisa jadi pengalaman traumatik. Keberagaman pengalaman ini adalah suasana kelas yang harus anda hadapi pada minggu-minggu awal kegiatan belajar mengajar. Bagaimana jika mereka mampu menciptakan “suasana pertama” bagi anda? Dan bagaimana pula jika sebaliknya, anda yang menciptakan “suasana baru” bagi mereka! Tentunya seisi kelas menginginkan suasana yang menyenangkan dan berkesan. Nah, anda adalah guru, dan andalah yang mengkomposisikan keragaman

pengalaman siswa anda menjadi suasana yang terbaik. Being happy and fresh! Tapi bukan berarti harus membuka kelas dengan rujak buah yang segar… lagi pula penciptaan suasana tersebut bukan hanya pada minggu-minggu awal kegiatan belajar mengajar. Sebisa-mungkin ciptakan suasana baru setiap hari anda mengajar. Nah lho! Berat sekali rasanya. Tapi tidak bagi mereka yang mencintai siswa dan kelasnya.

Setiap hari, setiap masuk kelas, ciptakan suasana menyenangkan dan segar. Kegiatan ini dapat menjadikan anda guru yang kreatif dan menyenangkan. Misalnya anda membuka pagi dengan sebuah kejutan berupa quiz, teka-teki, atau permainan (tentunya yang berhubungan dengan spesifikasi anda). Seorang guru bahasa Indonesia bisa saja membuka kelas dengan membacakan naskah cerpen yang segar, berdeklamasi, atau membuat permainan kartu merangkai paragraf. Guru matematika bisa saja membuka kelas dengan tebak-tebakan soal matematika dengan bahan cerita yang menarik. Guru iptek bisa saja membuka kelas dengan mendiskusikan sebuah virus baru yang ditemukannya dalam komputer sekolah. Guru bahasa Inggris bisa saja membuka kelas dengan nasyid remaja yang rada nge-rap dalam englih version. Atau bisa saja seorang guru menceritakan anekdot segar dan merangsang otak atau bisa saja menunjuk salah seorang siswanya untuk membantu memperagakan sebuah permainan baru yang anda ciptakan sendiri. Atau tiba-tiba saja anda mengajak semua siswa keluar kelas beberapa menit untuk mengendurkan otot dan syaraf mereka. Toh, anda kini sudah terbiasa dengan kreativitas yang segar dan menyenangkan. Intinya, targetkan bahwa siswa anda betah berlama-lama dalam kelas anda! Jika anda bisa membuat siswa anda betah berhadapan dengan performance anda, jangan salahkan mereka kalau mereka selalu menantikan kehadiran anda tepat pada jam pelajaran anda. Karena mereka selalu rindu dengan guru yang segar dan menyenangkan! Jika mereka sudah demikian, saya yakin target pembelajaran yang anda rencanakan bisa lebih mudah dicapai.

Saya rasa sekarang anda mengerti kenapa saya menjudulkan fast-writing ini “Being Happy and Fresh!”. Mohon maaf kalau bahasa Inggrisnya salah, toh saya juga sedang belajar kreatif. Dan kesalahan membuat saya mengetahui kebenarannya. Karena anda adalah guru saya!

Advertisements
Tagged: ,
Posted in: Pendidikan