Bikin Lubang yang Pas

Posted on 2 November 2008 by

0


Usai sudah masa kampanye. Kini semua calon pemimpin [atau calon penguasa] tak boleh lagi menjajakan diri. Apa saja kenangan yang terasa dari kampanye mereka?

Umumnya rakyat hanya ingat kala bernyanyi bersama dengan tokoh idolanya. Bangga sekali bisa bernyanyi bareng dengan calon presiden. Mungkin suatu saat, bila calonnya menjadi presiden, mereka bisa bercerita kepada anak-anaknya atau tetangganya yang lain, bahwa dulu pernah nyanyi bareng presiden. Wah, bangga sekali sepertinya.

Selebihnya tak ada kenangan lagi. Sebab selama kampanye umumnya rakyat kecil tak mengerti dengan visi dan misi yang diutarakan calon presidennya. Bahkan istilah visi dan misi saja mereka tak pernah tahu hingga kini. Bahkan Prak Dung Cret, tetangganya mang Odon menganggap visi itu adalah peci yang selalu dipakai oleh presiden laki-laki kita. Karena itu pada foto resmi presiden yang dipajang di kantor-kantor, presiden jantan selalu memakai visi. Begitu menurut Prak Dung Cret. Itu juga berarti, masih menurut Prak Dung Cret kalau presiden kita perempuan, berarti tak perlu memakai visi.

Dalam kampanye, umumnya masyarakat hanya melihat sosok penampilan presiden secara fisik saja. Kalau calon presidennya baik dan cakep menurut mata mereka, maka itulah pilihan mereka. Hampir tak ada yang peduli terhadap program kerja yang ditawarkan peserta kampanye. Entah karena mereka tidak bisa menyerap obrolan yang berat-berat, atau karena mereka memang tak peduli dengan apa yang dibicarakan sang calon, toh nanti kalau sudah berkuasa juga pasti lupa diri. Wah, ini adalah pendapat rakyat yang apes (apatis, pesimis, dan skeptis) dalam memandang masa depan negeri pepunden ini.

5 Juli 2004, kebanyakan rakyat kita akan menentukan pilihannya. Mereka akan melubangi kertas suara pemilihan presiden. Walaupun mungkin sebagian akan ada yang antri sambil ngantuk karena diniharinya begadang menyaksikan siaran langsung final Piala Eropa antara tuan rumah Portugal melawan Dewa Yang Mengejutkan : Yunani. Bukan konspirasi politik, kalau bakal ada juga para pemilih pemula yang gila bola lebih menyorekan waktu mencoblosnya, karena ketiduran hingga siang hari. Bertautannya jadwal Piala Eropa dengan Pemilihan Presiden itu sekali lagi bukan konspirasi politik, jadi kalau ada tetangga yang tak nyoblos karena asyik ketiduran, jangan dicurigai sebagai golput. Sebab mereka bukan golput, mereka adalah golgil, golongan gila bola.

Tapi buat anda yang sudah terdaftar sebagai pemilih namun tetap gila bola, lebih baik panjangin saja begadangnya sampai proses pelubangan surat suara anda lakukan. Tapi jangan sampai salah melubangi pilihan karena kantuk, sebab pilihan yang salah tak bisa diulang. Tak masalah anda mau menindik capres pada bagian hidung, kuping, atau mulut, atau bahkan matanya. Yang penting sesuai dengan ketentuan sahnya surat suara. Nah kalau begitu, selamat bikin lubang!

Advertisements
Tagged:
Posted in: Marginal Side