Ceritera Kuno Tentang Negeri Purbadewa

Posted on 2 November 2008 by

0


Gerombolan perompak yang berkuasa itu berpesan kepada seorang pemuda yang hampir mati karena siksaan mereka.

“Kami yakin kamu mengerti harus bilang apa jika ditanya orang-orang di kampungmu! Kami yakin kamu pintar untuk bersikap agar kamu tetap aman di kampungmu! Kami mohon maaf atas kekejaman ini, sebab kami tak punya kerjaan lain kecuali melampiaskan frustasi kami terhadap atasan kami yang hanya bisa memberi perintah! Benarkan, kami tak berbuat apa-apa terhadapmu!”

Pesan itu diakhiri dengan tanda seru yang banyak sekali. Mungkin mereka tak pernah mengerti tanda baca.

Pemuda itu bukan siapa-siapa. Dia sedang belajar terbang dan terjatuh di lokasi kericuhan. Ketika orang-orang yang ricuh itu kabur, justru ia nyusrug di tempat sialan itu. Dan pada saat yang sangat tidak tepat, dia bangun tepat di tengah-tengah gerombolan perompak yang paling berkuasa di kampung ricuh.

Nasib sial. Dia langsung diangkut, ditendang, dikemplang, tanpa ditanya. Padahal di kepalanya sudah ada kalimat-kalimat yang mau dikatakannya tentang keberadaannya di situ. Tapi sebagian besar perompak itu tuli. Mereka terus memaksa pemuda itu bicara jujur walau pemuda itu sudah mengulang-ulang apa yang dia tahu beratus-ratus kali.

Setelah dapat konfirmasi dari bos besar, kepala perompak itu menyatakan kalau mereka salah tangkap. Tapi mereka tak mau pemuda itu mengetahui kalau mereka melakukan kesalahan yang sering terjadi itu. Merekapun membujuk pemuda sial itu dengan cara mereka.

Ini hanyalah cerita kuno tentang sebuah negeri di mana penguasa adalah sang kebenaran. Dimana kurcaci adalah hewan liar yang bebas diburu, jikalau tak suka, boleh dibuang.

Ini hanyalah cerita kuno tentang sebuah negeri Purbadewa. Dipimpin oleh raksasa bernama Sriraja Cemanibuana. Menteri keamanan dan ketertibannya adalah Panji Purbasangka.

Ini hanya cerita yang tak perlu dibaca dua kali. Sebab dengan membacanya anda jadi berpikiran yang bukan-bukan tentang kampung anda sendiri.

Advertisements