Dimensi Ramadhan

Posted on 2 November 2008 by

0


Hari-hari berlalu begitu saja
Sebuah rutinitas yang membosankan
Tapi memberikan keluasan wawasan
Bagi yang mau mengasah pikiran

Hari-hari yang kita lewati
Adalah drama kehidupan manusia
Di dalamnya bukan cuma hitam dan putih
Kadang kita gembira, kadang bersedih
Kadang kita kecewa, kadang riang hati
Kadang kita tertawa, kadang menangis
Semua itu adalah bagian dari hidup
Tapi hanya orang yang mengasah nurani
Yang bisa mencari hikmah atas semua yang terjadi

Tidak selamanya kita mendapatkan apa yang diinginkan
Tidak selamanya kita bisa memberi apa yang diharapkan
Inilah kenyataan hidup dunia fana
Kita mesti menjalaninya dengan terbiasa
Walau ada dimensi lain yang berbeda dari rutinitas kita

Dimensi Ramadhan
Di dalamnya kita bisa berkasih sayang dengan Maha Pencipta
Dimensi Ramadhan
Tempat kita bermanja-manja
Pada rahmat yang Maha Penyayang
Tak ada kesempatan yang lebih baik dari Ramadhan
Di mana pintu maaf dibuka seluas-luasnya
Bagi hati yang ingin memasuki ruang surga
Di mana taman kasih sayang sangat murah
Bagi hati yang selalu mengingat Tuhannya
Di mana berkah Ilahi selalu tercurah
Bagi jiwa yang ikhlas menjalankan ibadah

Dimensi Ramadhan
Memang lain dari biasanya
Banyak ujian yang harus diterima
Banyak kelelahan yang harus ditempa
Tapi merupakan kenikmatan
Bagi jiwa yang rela menjadi pengabdi setia
Yang akan mendapatkan kesempurnaan fitrah

Pondok Kopi, 30 Oktober 2002

Advertisements
Tagged: ,
Posted in: Puisi