Ikut-ikutan, Sikut-sikutan

Posted on 2 November 2008 by

0


Dari pangkalan ojek kampung kecil
Sekelompok Tukang ojek melingkar ciptakan obrolan
Satu di antaranya berkomentar
Kalau tidak ada uang bensin, tak mau ikut mutar-mutar
Yang lain cukup puas dengan kaos partai di tangan
Obrolan selesai dengan kesepakatan : ada uang jalan
Ikut partai yang satu hari ini
Ikut partai lainnya esok hari

Dari pangkalan metro mini yang tak pernah masuk terminal
Pembagian jatah sudah tak lagi jadi soal
Sebab sudah ada yang mengatur dengan lancar
Merekapun siap ikut arak-arakan
Ikut partai yang satu hari ini
Ikut partai lainnya esok hari

Anak-anak muda di ujung gang
Berebutan kaos dan bendera partai
Knalpot dilepas agar deru motor melantang
Ikat kepala sablonan gantikan helm
Tiang bendera siap dikibaskan
Ikut partai yang satu hari ini
Ikut partai lainnya esok hari

Ini realitas yang tak dapat disembunyikan
Rakyat kecil selalu jadi figuran
Dibutuhkan menjelang pemilihan
Dikorbankan kala politisi dapat kedudukan
Ikut-ikutan sampai sikut-sikutan
Hanya sekedar dapat uang jajan

Tak perlu lagi komitmen dan sumpah setia
Sebab Indonesia tak memerlukan tunas bangsa
Tak perlu pencerdasan
Tak perlu pencerahan
Sebab Indonesia tak mau beranjak dari tidurnya

Elok, 14 Maret 2004

 

Advertisements
Tagged: ,
Posted in: Marginal Side