Kenyataannya

Posted on 2 November 2008 by

0


Orang-orang kaya
Tak bisa memahami makna hidup
Pikiran tak selaras dengan nurani

Orang-orang miskin
Tak bisa memahami kenyataan hidup
Hati tumpul pikiran beku

Syair yang dinyanyikan seniman
Tidak dimaknai sebagai kontemplasi
Tarian yang menyimbolkan hinaan
Dianggap komedi dan badut-badutan
Mereka tertawa dan bertepuk tangan
Tak biasa memahami kata-kata yang sarat dengan nilai-nilai
Tak bisa memahami ekspresi kepedihan
Tak kuasa membaca simbol-simbol sindiran

Melihat teater atau pertunjukan
Bagi orang kaya sekedar cari hiburan
Orang-orang miskin yang sempat menonton
Merasa statusnya meningkat
Hanyut dalam khayalan menjadi bangsawan

Pikiran tumpul, nurani beku
Mata hati buta, air mata bawang merah
Kusaksikan kenyataan ini
Dengan harapan agar kerangka-kerangka itu menjadi manusia sepatutnya.

Pondok Ungu, 25 Agustus 2002

Advertisements
Tagged: ,
Posted in: Puisi