Ketika DIA Berkehendak

Posted on 2 November 2008 by

0


Apa yang bisa kita ucapkan
Ketika Dia berkehendak menciptakan alam yang indah
Apa yang bisa kita lakukan
Ketika Dia berkehendak memporak-porandakannya
Apa yang bisa kita renungkan
Di tengah sisa-sisa kehidupan kota nestapa

Menangis? Air mataku sudah lama kering
Karena kotaku tak pernah bebas dari sengketa
Berteriak? Suaraku sudah lama tak terdengar
Karena desingan peluru lebih keras mendebam
Bernyanyi? Laguku masih juga lagu tua
Karena kota ini tak lepas dari nestapa
Mendengar? Telingaku selalu mendengar
Suara anak-anak melolong kehilangan
Suara wanita terisak bergelut dengan ombak
Suara tua renta berdoa menyerahkan nyawa
Bahkan,
Suara mereka yang mengutuk Tuhan
Bahkan,
Suara mereka yang menganggap bencana ini sebagai kutukan

Inilah bangsaku, tak semua orang peduli

(Sebenarnya puisi ini belum selesai, tapi hatiku sudah semakin melebam)

Cihideung Forest, Maret 2005

Advertisements
Tagged: ,
Posted in: Nestapa Aceh