Ketika SBY Dilantik Menjadi Presiden

Posted on 2 November 2008 by

0


Barusan jam 08.30 aku sampai di UNJ (dulu Ikip Jakarta). Aku jalan dari Kerawang setelah shubuh. Kebetulan ada salah seorang teman minta tolong agar ijasah dan transkrip nilai yang lagi dilegalisir kubawakan ke rumahnya, di Anyer. Dia nggak mungkin bisa ngambil karena terpenjara dengan rutinitasnya di Hutan

Sampai di ruang Tata Usaha aku mengucapkan salam, kebetulan aku lagi berasa jadi Muslim yang baik, jadinya kuucap salam hingga tiga kali. Tapi petugas TU yang ada di ruangan itu -6 orang- tak satupun menjawab salamku, apalagi menoleh.

Ternyata mereka sedang asyik menonton SCTV dan RCTI (gonta-ganti channel) mengikuti siaran langsung pelantikan presiden dan wapres hasil pemilu yang baru selesai kemarin. wah… begitu antusiasnya mereka menunggu dilantiknya presiden baru. salah satu dari penonton itu bilang, “mungkin SBY itu satrio piningit ya?” yang lain jawab, “Bukan, satrio piningit itu belum saatnya keluar, buktinya orang-orang PDI dan Golkar aja belon ada yang dateng! Satrio Piningit itu orang yang diterima semua orang…” Yang paling belakang, namun tepat paling dekat di depanku komentar, “Nanti, kalo ude kiamat, baru piningit entu dateng!!”

“Ah, kalo uda dilantik juga nanti lupa lagi sama kita!” kata salah seorang ibu di ruang itu juga. Yang sebelumnya bicara langsung membalas, “Lha, memang sebelum dilantik dia inget sama kita?!”

Lumayan lama mereka tak sadar kalau ada seonggok daging berwujud aku di ruangan ini. Aku langsung aja ambil kursi dan duduk di belakang mereka… ikut nonton TV.

Ketika iklan di SCTV, mereka pindah channel ke RCTI, begitu sebaliknya. hingga ketika dua channel itu sama-sama lagi cari duit dari iklan, barulah mereka menoleh ke belakang, dan terkejut karena aku sudah tersenyum 100% terhadap mereka. Aku jelaskan keperluanku ke situ. Setelah sedikit adu mulut (tapi bukan ciuman, cing!) akhirnya aku disuruh mencari sendiri ijasah dan transkrip temanku di dua tumpukan kertas fotokopian masing-masing setinggi 40 cm.

Mission failed!! aku harus tunggu hingga jam 13.00 (kata petugas TU itu) karena biasanya urusan tandatangan legalisir bisa sampe satu minggu. Aku bilang padanya, waktu mengajukan legalisir aku sudah “bayar semuanya”. Barulah mereka mengalah, “Oke, kalo gitu balik lagi aja nanti jam satu siang ya mas!”…

Aku langsung ngeluyur ke Warnet….

Advertisements
Tagged:
Posted in: Catatan Lepas