Kumpulan Puisi Terserak

Posted on 2 November 2008 by

1


MELAYANG

melamunkan impian
mengisi waktu tuk terbang
bersama angin senja
melintasi langit malam
temukan cinta dalam nestapa

KEBODOHAN

kebodohan adalah ketika para politisi merengek minta pemilu diulang.
Kebodohan adalah ketika para oportunis tak merasa dihujat.
Kebodohan adalah ketika KPU tak bisa memanfaatkan teknologi informasi.
Kebodohan adalah ketika negeri ini kembali dikuasai, bukan dipimpin.
Kebodohan adalah ketika kita memilih penguasa, bukan pemimpin.
Kebodohan adalah ketika agamawan mencari uang untuk foya-foya.
Kebodohan adalah ketika selebritis mengobral selangkangannya.
Kebodohan adalah ketika perkataan mendahului pikiran.
Kebodohan adalah endonesya!

KERUH

Menggapai angin tak mungkin bisa kau lakukan
Jika pikiranmu masih juga keruh
Kau bilang mau kuasai dunia
Dengan visi warisan leluhurmu
Tapi dengan anjing saja kau perlu senjata api
Dengan sesamamu, kau perlu mulutku

Menggapai langit tak mungkin bisa kau lakukan
Jika keruhnya hati dan pikiran tak juga kau bersihkan

Cihideung, 23 Peb 2005

YA!

ya! aku menatapmu
menatap matamu
menatap ke dalam hatimu
menatap masa lalumu
menatap masa depanmu

ya! aku melihatmu
melihat air mata berkaca-kaca
melihat impian menggelora dalam jiwa
melihat trauma pada kisah hidup
melihat harapan menggantung di atas kepala

ya! aku diam
diam untuk sementara
sebab ada kehidupan yang lebih tentram
dalam cinta
dalam kata-kata yang teruntai
melalui tangis
melalui tawa
melalui hari-hari yang kita langkahi

Cilegon, just for Uqan
mataharitimoer, 02 Maret 2005

JALAN SAJA, TEMAN!

jalan saja
jangan tertarik dengan apa yang telah kamu tinggalkan
itu hanya akan membawamu pada stagnasi

jalan saja
lihat apa yang ada di ujung sana
gapai mimpi-mimpimu

kamu akan tahu bagaimana rasanya
menikmati kepedihan hari-harimu

merenungkan nyanyian keluh-kesahmu
jadikan ajaran
jadikan acuan
jadikan lecutan
jadikan nyanyian

jalan saja
dan tersenyumlah pada fana

MT, Pejaten, 29 April 2005

ADA dan TIADA

saat ini aku sedang menyepi
dalam kubangan malam
merenung bersama gunung
mencair bersama air

maafkan teman
jika aku tak sempat hadir
dalam hari-hari terakhir
bukan aku menghilang
bukan aku pergi

ketidakhadiranku
adalah keberadaanku yang sebenarnya

keberadaanku
hanyalah rasa

MT, Pejaten, 02 April 2005

WAIRAGYA KETIGA

Menunggu
apa yang kumau
apa yang kau inginkan
apa yang mereka impikan

Gelisah
sebenarnya tak perlu
tapi jiwa kita tak bisa menipu
gelisah selalu ada kala menunggu

Bertanya
bertanya pada siapa
bertanya pada jiwa
bertanya pada cerita lama
bertanya pada cita-cita
menunggu membuatku ingin bertanya

Ceritakan apa saja
apa yang terasa
apa yang membuat gelisah
apa yang mau ditanyakan
walau jawaban bukanlah akhir

Menunggu
aku gelisah menunggumu
aku bertanya tentangmu
aku ingin menceritakanmu

MT, 14 Mei 2005

Untuk anak ketigaku Rastan Lintang Wairagya|
30 menit menjelang kelahirannya

Advertisements
Tagged:
Posted in: Puisi