Sekejap Menyapa

Posted on 2 November 2008 by

0


Seperti yang terasa malam ini
Aku ingin pergi dari kejenuhan
Mengembara menuju langit tak berbatas
Menimpuki mereka dari atas bulan

Riuh suara tak bermakna bikin hati melepuh
Ingar-bingar kota hanya ciptakan jelaga
Terik mentari membakar nyali
Tuk coba melawan kejelimetan setan

Permainan hampir saja selesai
Dan kalian tak mendapat apapun yang bisa diharapkan
Meratapi nasib, malu dengan bualan
Mencoba tegar, malu dengan umpatan

Petir menggelegar merobek langit malam
Bangunkan hati yang baru terkapar
Sadarkan diri akan lara kehidupan
Jelajahi gelap dalam sepi mencekam

Aku tak perlu bicara tentang apa-apa
Redup matamu sudah kutahu maunya
Lebih baik kamu pulang saja
Buatkan makanan untuk ibunda tercinta
Sajikan saja dengan penuh cinta
Bukan dengan kecamuk duka

Aku masih saja melolong melepas perginya cahaya malam
Tak usah mengeluh, sebab kulitmu belum berpeluh

Cihideung Forest, 06/08/04 22.00 wib

Advertisements
Tagged: ,
Posted in: Puisi