Sore di Kadulawang

Posted on 2 November 2008 by

0


Apa yang kita takutkan
Kini telah terjadi
Begitu saja, apa adanya
Aku tak pernah bisa mengerti antara iba dan cinta
Keduanya tak mesti mendua
Keduanya bisa hadir dalam satu rasa
Seperti yang kita rasakan

Aku tak pernah bisa mengerti
Apa yang menarik darimu
Kenyataannya, setiap ada waktu
Rasaku hanyut dalam sungaimu

Apa yang kita takutkan
Semua berjalan begitu saja
Padahal kita tahu
Ada dia di antara kita

Dia tak bisa kubiarkan
Merintih dan mengerang
Ketakutan dan kehilangan
Terlalu kejam bagiku membuatnya begitu

Inipun kamu sadari
Kehadiranmu adalah kedua
Walau cinta kita tak mudah mati
Bisakah kita pulih seperti semula?

Berat memang
Untuk menerima kenyataan yang tak diinginkan
Benarkah apa kata pujangga
Bahwa cinta tak mesti bersatu?

Akh, aku belum percaya itu!
Tapi biarlah cinta itu mengalir
Menuju muara kesejatian
Mungkin di sana kita dapatkan jawabnya
Relakan aku bersamanya
Seperti berat hatiku menginggalkanmu
Hormatku padamu
Atas kasih sayangmu

Kadulawang, Sukabumi, 20 Juli 1997

Advertisements
Tagged: ,
Posted in: Puisi