Tuginem Berobat

Posted on 7 November 2008 by

0


Tuginem mengantar teman kerjanya ke Rumah Sakit. Sudah dua hari temannya tidak bisa makan, mungkin maagnya kambuh. Setelah keluar dari ruang dokter, Tuginem melirik kartu berobat milik temannya. “Bagus banget kartunya, rah” komen Tuginem kepada Ponirah. Ponirah tak terlalu tertarik dengan kartu berobat, jadi dia cuek aja dengan komentar teman sekerjanya itu.Mereka mestinya menuju halte di depan Rumah Sakit. Tapi tiba-tiba Ponirah kehilangan Tuginem. Iapun mencari-cari Tuginem ke segala arah, ke segala area, ke segala selasar, ke segala tempat kerumunan orang. Tak ketemu… Lelah, Ponirahpun duduk termangu, menunggu di halte bus depan Rumah Sakit itu.

Tuginem sementara ini tinggal sendiri, pisah ranjang dari suami tercinta, Tugino yang ketahuan selingkuh dengan Inah, pembantu rumah tangga tetangga. Dengan memendam kesal Tuginem meninggalkan suami dan ketiga anaknya. Kamu yang belum tahu siapa dan bagaimana kisah-kisah Tuginem, bisa baca serial TnT (Tugino & Tuginem) di sini. Tapi anda pencinta Tugino dan Tuginem, jangan khawatir, mereka belum bercerai. Mereka nggak seperti selebritis (artis, aktor, politisi, dan ustadz/ustadzah) yang doyan kawin-cerai.

Setengah jam sudah lewat. Tuginem membangunkan Ponirah yang duduk tertidur di halte. “Kamu dari mana saja, Nem?” Tanya Ponirah sambil mengucek-ngucek matanya.

“Aku periksa gigi ke klinik gigi.”
“Lho, bukannya kamu hanya mau mengantarku saja. Memang kamu sakit gigi?”
“Ya nggak sih. cuma…”
“Apa kata dokter gigi tentang gigimu itu? Apa bisa diratakan agar tak terlalu nongol?” Ponirah itu orangnya lugu. Bicara seperti itu juga tak ada maksud menyinggung Tuginem.
“Ya, aku nggak jadi periksa, lha antriannya panjang. Lagi pula aku nggak kepingin diperiksa kok.”
“Lalu kenapa kamu daftar jadi pasien?”
“…ng…. aku cuma kepingin punya kartu berobatnya saja. Bagus banget persis kartu ATM” Jawab Tuginem sambil menatapi terus Kartu Berobat di kedua tangannya.

Advertisements
Posted in: Serial TnT