Ketemu Artis

Posted on 8 November 2008 by

11


Kemarin di Kampung Kapitkotan datang seorang selebritis endonesya. Dia itu artis ngetop pada zamannya. Cantik rupawan (tapi dia cewek, tetap saja rupawan, bukan rupawati). Apalagi kini dia juga sedang mendulang suara karena ikutan Pilkada. Tapi kedatangannya kali ini bertepatan dengan acara tujuhbelasan. Seperti peserta Pilkada dimanapun berada, pasti memanfaatkan momentum 17-an ini sebagai ajang promo dirinya. Itu lumrah, Jendral!

Mpok Geboy ikutan berkerumun dengan ibu-ibu lainnya yang berusaha mendekati selebriti itu. Ketika makan siang, Mpok Mine, tetangga Mpok Geboy duduk pas banget di sebelah sang artis yang makannya pelan dan ”full” jaim. Teman-teman Mpok Geboy sewot, mereka ingin sekali bisa duduk bersebelahan dengan artis itu. Tapi Mpok Mine sudah mendahului. Terlihat wajah Mpok Mine begitu senang dan bangga bisa duduk bersama idolanya.

Saat pembagian hadiah lomba, Mpok Geboy –juara lomba gado-gado–diberi kalungan bunga oleh artis tersebut. Langsung saja ia memeluk sang idola. Bahkan hingga malam hari, pengalamannya itu terus diceritakan kepada suaminya, Bang Namun yang sudah tertidur pulas di sebelahnya.

Waktu acara pengambilan foto, bukan hanya ibu-ibu, kaum lelaki juga berusaha ada pada posisi berdekatan dengan sang artis. Jangankan yang kebagian di sebelahnya, yang hanya kelihatan kepalanya di belakang kepala sang artis saja girangnya bukan main. Ketika foto tersebut dipampang di majalah dinding kantor RW, semua orang berkerumun sambil berkata, ”Itu saya yang di sebelahnya”, ”Itu saya di belakangnya”, ”Saya sih nggak difoto, tapi sebelumnya saya sudah salaman dan ngobrol-ngobrol”. Ada lagi yang lain, ”Rumahnya kan deket sama sodara saya”, ”dulu, waktu saya masih SD, dia itu satu sekolah sama saya” ”Kalo saya pernah ketemu di Mall, waktu dia lagi belanja” . Macam-macam orang berkoar.

Bang Namun tidak gembira. Sebab sejak bertemu dengan artis itu, Mpok Geboy selalu mengulang-ulang cerita yang sama kepada suaminya dan juga kepada setiap pelanggan gado-gadonya. Bang Namun bilang kepada istrinya, ”Ape sih hebatnye ntuh orang? Pan same aje kaye kite, makan beras juga! Ngapain lu ampe girang behari-hari?!, Gue yakin, ntuh orang juga ude lupe ame lu, waktu die pulang dari kantor RW! Udah deh, mending lu ngulek yang bener tuh gado-gado!”

Itulah sekelumit realitas dimana banyak rakyat kita yang sangat bangga bisa bertemu dengan orang terkenal. Seakan-akan pertemuannya itu dapat mengubah nasibnya. Seakan-akan orang terkenal itu bagai dewa yang selalu disanjung-kata. Jarang sekali, rakyat kita yang merasa bangga ketika bertemu dengan seorang gelandangan yang survive dengan memulung sampah, seorang ibu tua renta penjual pecel yang keliling dari kota ke kota demi menghidupi anak cucunya, seorang petani miskin yang tetap bertenaga walau kekurangan stok beras di dapurnya, Sepasang pengamen karaoke keliling yang mencari nafkah agar anaknya bisa terus sekolah.

Mengapa tak bisa kita membanggakan kaum lemah yang sebenarnya punya daya hidup yang sangat hebat dan patut diambil hikmahnya.

Advertisements
Tagged: , ,
Posted in: Betawi Begaye