Partai Pengemis

Posted on 14 November 2008 by

12


pengemis di KRL Jakarta Kota-BekasiInilah sedikit foto aktifitas rakyat kita. Mereka adalah orang-orang yang mestinya dipelihara oleh negara.Seorang pengemis sedang santai duduk ngelonjor dan bersandar di tumpukan barang penumpang KRL lainnya. Aku mendekatinya dan ngobrol sebentar. Aku tanya tentang kakinya yang pengkor. Dia bilang itu karena terlindas truk waktu masih bekerja jadi kuli pacul jalanan.

Sebelum mengemis, dia mengikuti temannya sama-sama dari Bogor menjadi kuli pacul jalanan. Biasanya dia menunggu truk yang membawa tanah atau pasir, atau apalah, di Tol Kebon Jeruk Jakarta. Lumayan, hasilnya bisa dibagi rata per grup. Tapi pekerjaan itu dia hentikan setelah kakinya terlindas truk saat sedang menghitung uang hasil jerih payahnya. Setelah kosong, truk itu mau ngatret kembali ke tempat asalnya. Tiba-tiba kakinya sudah ada di bawah roda belakang truk. Setelah di-“ketok magic” di dukun patah, ternyata gak tuntas. Jadilah kakinya pengkor, nggak bisa dipakai menapaki jalan.

Enakkah jadi pengemis? Bagaimana keberadaan pengemis dalam kehidupan kita?

Ia beralih menjadi pengemis. Awalnya coba-coba saja namun karena menurutnya enak, jadi keterusan. Kini dia merasa sudah mantap beralih karier menjadi “Pemancing Iba” penumpang kereta. Kalau lagi normal, sehari ia bisa dapat 50 ribuan. Kalau lagi “laris” bahkan bisa sampai 100 ribuan. Tapi kalau lagi apes, dapatlah buat makan dan ngopi.

Konon, ada juga pengemis yang merekayasa fisiknya yang sehat menjadi seolah-olah rusak berat. Ini merupakan trik “kamera” saja. Jangan ditiru di rumah ya! hehehe

Kalau pengemis di bawah ini sudah punya pangkalan sendiri di anak tangga lokasi wisata di Panjalu, Kab. Ciamis. Begitu juga dengan teman-teman seprofesinya. Mereka sudah punya kavling sendiri-sendiri dan tak ada yang memakan kavling orang lain. Itu merupakan cara mereka berbagi rejeki.

partai pengemis

Terlepas dari mulia atau tidaknya pekerjaan mereka. Terlepas dari hadits yang mengancam mereka di akhirat nanti, itulah realitas beberapa teman kita. Mereka memang kadang mengesalkan, namun tetap saja keberadaan mereka bahkan bisa menjadi perantara antara kita dengan Tuhan.

Tapi kenapa MT menjuduli postingan ini dengan Partai Pengemis? ada beberapa alasan :

1. Pengemis itu banyak jumlahnya, kenapa nggak ada partainya ya?
2. Partai, tidak sedikit yang juga “mengemis” uang dan kekuasaan (weee…!)
3. Persatuan Endonesya! 🙂

Advertisements
Posted in: Catatan Lepas