Pesan dari Baduy Dalam

Posted on 19 November 2008 by

22


bertemu-ayah-aja-sang-pemandu-jalan.jpg

Tinggal di Banten sudah memasuki tahun ke-4. Di tiga bulan terakhir ini, aku menyempatkan diri mengunjugi lokasi bersejarah dan cukup penting di provinsi ini.

Kubersyukur, agenda Bantenku sudah bisa dicontreng dari ceklist :

Ada beberapa catatan perjalananku selama mengunjungi tempat-tempat itu. Tapi belum juga kuakhiri.

Yang paling mengesankan dari semuanya adalah ketika mengunjungi tempat terakhir, Baduy Dalam. Beberapa orang (di Wikipedia) menganggap mereka (orang Baduy) lebih suka dipanggil sebagai orang Kanekes, tapi setelah aku berdialog dengan Juru Bicara Baduy Dalam di Cibeo, justru Baduy adalah identitas mereka. Aku tak mau terlibat dalam polemik ini. Yang penting bagiku adalah, bisa belajar dari kearifan mereka dalam menjalani hidup (ini yang akan mengisi catatanku).

Insya Allah, jika mood, aku akan menuliskan catatan perjalananku di blog ini. Terutama tentang Baduy Dalam, dimana aku sudah mendapat ijin dari mereka yang berwenang memberikan lisensi publikasi di Baduy Dalam. Kenapa harus ijin?

Inilah masalahnya. Selama ini banyak orang yang datang ke Baduy Dalam. Mereka bahkan mencuri-curi obyek yang sebenarnya dilarang untuk difoto. Tapi kalau kita searching, bahkan hasil curian itu sudah dipublikasikan. Aku menyimpan foto-foto curian itu dari internet. Ada jembatan gantung yang terbuat dari bambu, rumah khas Baduy Dalam, Sungai yang melindungi kawasan Cibeo, dan lainnya. Ayah Mursyid, Wakil Jaro Tangtu di Cibeo, menyatakan, “Mereka tak pernah meminta ijin untuk publikasi, padahal kami tidak menyukai ketidakjujuran seperti itu. Mereka banyak omong tentang Baduy Dalam, seolah-olah mereka mengerti tentang kami. Ada sekita 74 informasi internet tentang kami, dan di 17 buku referensi. Semuanya mengandungi ERROR!

Entah kapan sempatnya, aku akan publish catatan perjalananku di Baduy Dalam. Kini draft digital baru saja kukirimkan kepada mereka yang berwenang untuk mendapatkan konfirmasi. Walau mereka sudah memahami kerangka pikiranku untuk tulisan tentang mereka, tapi tetap akan lebih elok, jika kita meminta konfirmasi ijin. Karena bisa jadi apa yang diungkapkan saat berencana dalam dialog, bisa ada bias ketika dituliskan.

Untuk sementara, jepretan foto perjalananku ke Baduy ada di galeri ini. Mungkin tidak semenarik mereka yang menggunakan “hidden camera” untuk mencuri keindahan Baduy Dalam. Tapi yang penting adalah : foto-foto kami (MT and Tatox) sudah dikonfirmasikan dan dinilai “jujur” karena tidak menayangkan apa yang mereka larang untuk ditayangkan.

Mohon maaf bila postingan ini terkesan “sok benar!” Aku hanya sekedar berusaha berbuat sesuai dengan apa yang mereka pesankan. Dan bisa jadi aku bukan satu-satunya orang yang mereka ijinkan untuk menulis catatan tentang mereka.

Advertisements
Tagged: ,
Posted in: Catatan Lepas