Pertamina Bright Cafe di Alas Roban

Posted on 22 June 2009 by

14


ngopi di pbc (c) MT

ngopi di pbc (c) MT

Trip dari Cirebon ke Semarang melintasi Jalur Alas Roban. Nama Alas Roban mengingatkanku pada kisah tentang de Grote Postweg, pembangunan jalan pos Anyer-Panarukan dalam kepemimpinan Gubernur Jenderal Daendels. Menurut beberapa buku sejarah, medan yang berat, memakan korban, rakyat yang dipaksa bekerja membangun jalan tersebut. Ratusan pekerja Rodi yang dibayar hanya beberapa ringgit dan tak sesuai dengan tenaga yang mereka keluarkan, mati di hutan jati ini. Belum lagi kisah petrus (penembak misterius) pada masa Orde baru. Konon banyak korban petrus yang dibuang di hutan ini. Bagi banyak orang yang tahu dan pernah melewati jalur Alas Roban, ada saja kisah-kisah seram yang mereka ceritakan MLM (dari mulut ke mulut). Benar atau tidaknya cerita tersebut, ya.. begitulah, bagiku tak perlu diperbincangkan. Yang jelas, itu kisah lalu, yang amat berbeda dengan jalur baru yang kini kulalui bersama teman-teman.

Jalur baru Alas Roban masih menyisakan beberapa hutan jati. Pemandangan sekitarpun tetap enak dinikmati. Kulihat sepintas aktifitas masyarakat di pinggir jalan, menggeliatkan perekonomian. Alas Roban berada pada ketinggian 200 M dari permukaan laut. Cukup sejuklah. Alas berarti Hutan, walaupun hutannya kita tak selebat dulu. Sedangkan Roban adalah sebuah dusun yang merupakan bagian dari desa Sengon. Pembangunan jalan baru di Alas Roban, telah membabat sekitar 60 hektar lahan hutan, dari 20.416 hektar yang ada. Semoga tidak semakin banyak hutan yang terbabat karena pembangunan.

Di ujung jalur, kami masuk ke SPBU Pertamina. Bukan sekedar mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak), tapi juga Bahan Bakar Manusia. Ada cafe mungil yang cukup apik dan resik di dalam area SPBU itu. Namanya seperti judul postinganku ini. PBC (semoga tak dianggap beriklan. Kalaupun beriklan, Pertamina musti bayar ke dblogger peduli aja πŸ™‚ )

Cafe itu ditunggu oleh tiga orang perempuan muda yang cantik dan ramah. Mereka menyediakan kopi, roti bakar, mie rebus, dan semua yang dipesan oleh teman-temanku. Selain menikmati capucino panas, aku membeli sebuah Sandal Jepit karet. Perjalanan jauh seperti ini amat nikmat jika bersandal jepit, ketimbang sepatu.

Satu jam terasa tak lama. Setelah selesai charging lappie, mandi di toilet yang bersih, kami melanjutkan perjalanan. Oh ya, aku ingat, SLANK juga punya lagu yang berjudul Alas Roban…

Advertisements
Posted in: My Trip