Pakaian Pengaruhi Penilaian

Posted on 13 October 2009 by

20


Aku mengantar seorang teman yang kepincut dengan kendaraan yang baru launching, dalam sebuah pameran otomotif. Ia sudah menyiapkan segepok uang senilai 30 juta rupiah, yang disimpannya di dalam tas pinggang. Iapun selalu membawa dompet berisi ATM 2 bank, untuk berjaga-jaga andai kekurangan DP.  Kami berdua memasuki area pameran kendaraan itu.

Ia menyentuh mobil impiannya itu sambil mengungkapkan keunggulannya, sejauh yang ia pahami. Meskipun kurang paham dengan istilah otomotif, aku mengiyakan semua pernyataan temanku. Yach, sekedar membuatnya bahagia karena sebentar lagi akan punya mobil impian.

Temanku bertanya kepada seorang perempuan cantik yang menjaga stand mobil tersebut. Namun beberapa kali mendekat dan bertanya kepada perempuan cantik yang lainnya, ia selalu ditinggalkan. Para perempuan penjaga stand itu lebih suka mengejar pengunjung lain. Temanku menggelengkan kepalanya, lantas kabur dari arena.   Di luar ia ngedumel , “Lha itu SPG sombong banget! Mentang-mentang penampilan kita dusun, nggak dianggap berduit!!!” Aku mencoba menenangkan kemarahannya.

Kupikir, wajar saja kami berdua selalu dihindari oleh SPG. Kebetulan saat itu kami hanya mengenakan kaos oblong dan bersandal jepit. Belum lagi rambut kami yang acak-acakan karena jarang pakai minyak rambut dan tak selalu bawa sisir. Bisa jadi SPG itu mengira kami orang jahat yang hendak melakukan perbuatan tak senonoh padanya.

Ternyata penampilan/berpakaian itu menentukan penilaian orang. Aku pernah mengalami juga ketika mengenakan baju muslim waktu Jum’atan. Sepulang dari masjid, aku langsung menepati janji ke kantor teman. Sampai di sana, beberapa orang kantor memanggilku dengan awalan ustadz. Mungkin dengan mengenakan busana muslim, aku kelihatan lebih santun dan religious. Hm…. Begitulah kehidupan. Kadang hal-hal yang kita anggap sepele, jadi begitu penting untuk sesekali direnungkan.

Advertisements
Posted in: Sepele