ningratri kopi

Posted on 14 November 2009 by

3


ningratriKurang mantap rasanya kalau ke Jogjakarta tanpa nongkrong melahap malam. Setelah selesai diskusi dengan teman-teman dari ICRS (Indonesian Concortium for Religious Studies) UGM aku langsung menuju Jl. Kaliurang KM 5.6, tempat warung kopi favorit teman-temanku yang stay di Jogja.

Nama warung kopi itu menjadi judul postinganku. Bagiku, nama tersebut amat klasik, sederhana, dan menarik. Apalagi jika melihat tulisan “nigratri kopi” pada plang di depan warung. Tipografinya menjejak pada gaya tulisan jawa, meskipun tetap latin. Ningratri kopi buka 24 jam. Kecuali malam jum’at, hanya sampai pukul 22.00 saja.

Suasananya akrab dan bersahabat. Sebelum memilih meja, aku memperhatikan beberapa kelompok anak muda endonesya yang asyik dalam obrolan. Lebih banyak yang berambut gondrong ketimbang model stik. Ada juga yang berjejer mengelilingi sebuah laptop. tatapan mereka fokus ke layar lappie itu. Setelah kulewati dan kulihat, ternyata mereka sedang serius memilih katalog film DVD. Di ningratri, pengunjung bisa melakukan transaksi. Seperti sekelompok anak muda yang terenggut konsentrasinya pada sekotak laptop itu.

ningratri-kopiKopiku sudah jadi. Tersedia di satu-satunya block meja yang kosong. Di situlah aku dan teman-teman DUC Jogja melahap malam. Yang menyediakan kopi juga anak muda pengelola warung ini. Sopan sekali caranya menawarkan kami menyeruput kopi.

Jika anda ke Jogja, coba deh ngopi di sini. Meskipun cuma punya uang ceban, bisa saja nraktir teman-teman. Karena harga kopinya jauh di bawah harga cafe/resto di Jakarta. Memang Jogya terkenal dengan jajanan murah, tapi kita bisa mendapatkan lebih dari sekedar jajanan, yaitu suasana yang akrab dan menyenangkan.

Advertisements
Posted in: Catatan Lepas