Mencoba Manager 10

Posted on 23 November 2009 by

10


Coople datang membawa apdetan game kesukaan kami : FIFA Manager 10. Setiap ada release baru, kami berdua selalu berbagi. Siapa yang dapat duluan, dialah yang memberi. Begitulah rata-rata kepuasan bagi orang dalam satu hobi.

Bukan hanya proses instalasinya yang lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya. Tapi juga loading menuju main menu terasa lebih ringan. Padahal aku belum mengupgrade PC utamaku setahun ini. Hanya rutin membongkarnya sebulan sekali untuk menyegarkan hardware dari dekapan debu yang bisa memperpendek usianya.

fifa10-thumb

Bermain sebagai manajer lebih mengasyikkan ketimbang sebagai player (baca FIFA 2010 atau PES). Titik jenuh lebih lama dicapai, karena kita harus terus berpikir bagaimana mendesain strategi penyerangan, bertahan, transfer pemain, mempromosikan pemain muda dari klub kita sendiri, mencapai target yang ditentukan oleh petinggi klub, dll.

Yang jelas dari sisi managerial, terasa lebih menantang. Aku sempat sekali diusir wasit gara-gara teriak-teriak di pinggir lapangan. Jadi, untuk memberikan intruksi di tengah permainan, gak sembarangan. Ketika aku teriak “shoot!”, “oper ke kiri!”, “one two!” wasit marah. Setelah itu, aku tak bisa lagi mengatur strategi hingga pertandingan usai.

Pada mode 3D, tampilan permainan banyak perubahan. Alur serangan lebih kaya dan tidak monoton. Memang hal ini amat dipengaruhi oleh kualitas pemain dan strategi yang kita update selama pertandingan.

Kesimpulannya : Game ini layak dicoba bagi penikmat game strategi olah raga. Belajar menjadi manajer bisa dilakukan dengan game ini. Tapi jika ingin puas, standarkan memori dan pakailah graphic card yang layak gaming. Anda bisa melihat cucuran keringat di kening pemain, rintik hujan yang menambah beratnya perjuangan anak buah kita dalam mencapai kemenangan.

Advertisements
Posted in: Catatan Lepas