dblogger, keluarga yang seru!

Posted on 15 January 2010 by


“Kebekuan adalah amarah yang meronta-ronta, dekapan hangat bisa mencairkannya” [bang namun saat mabuk]

ist2_1534834-conflictSebuah tulisan eyang berjudul memaknai komentar kw, tak diduga menuai perbincangan. awalnya perbincangan masih relevan dengan isi tulisan, yaitu tentang mas kw, eksistensi dblogger, dan rumah sementara dblogger yaitu dblogger.org (beta version).

Satu persatu komentar muncul, terutama paling seru di facebook. makin banyak yang berkomentar, ternyata arahnya makin sulit dikendalikan. Dari yang mencurigai beberapa pihak, terutama pengurus dblogger, sampai menuding nama beberapa orang.

Tadinya aku tak ingin ikut campur dalam perdebatan tak berkualitas tersebut. Aku mencoba berkomentar positif, karena menurutku isi tulisan eyang positif banget. Melihat perkembangan komentar yang mulai penuh curiga dan vonis, aku mencoba mendinginkan suasana dengan berkomentar santai, mulai dari bagaimana memandang kw dan eyang secara positif, ajakan minum kopi hingga karaokean.

Sampai Kamis malam, kupantau perkembangan komentar karena notifikasi facebook memberitahukannya. Aku benar-benar terkejut ketika perbincangan berubah menjadi debat terbuka. Aku berharap pemilik account mencairkan keadaan. Tapi mungkin malam itu Eyang masih memberikan kesempatan agar teman-teman dblogger meluapkan emosinya. Atau bisa jadi Eyang sedang mencari saat yang tepat untuk mencairkan kebekuan hati teman-teman.

Kuingatkan teman-teman dengan satu kata, “sudahlah…!” dan kututup malam itu dengan harapan masing-masing menyadari telah membuka aibnya sendiri, menuding sesama teman yang tanpa disadari menelanjangkan dirinya sendiri.

Sebelum melakukan perjalanan ke Ciputat, Ciawi, dan Lido, Jum’at pagi aku mengecek perkembangan komentar di facebook Eyang, dengan harapan, semua temanku sudah saling mendinginkan hati.

Ternyata harapanku tak kesampaian. Pagi yang sejuk karena rintik gerimis musim hujan, tak sanggup mendinginkan hati mereka. Ataukah hati mereka terlampau dingin hingga membeku? Kubaca lanjutan komentar teman-temanku yang dikuasai amarah.

Kucoba merenungkan. Kemarin aku sudah berusaha melengkapi perdebatan dengan komentar positif kepada semua pihak yang terlibat. Bahkan kuulangi beberapa kali agar teman-temanku juga tertular berkomentar positif. Tapi mungkin mereka tak biasa diingatkan dengan cara yang baik, dengan kalimat positif.

Dalam konteks pendidikan, kadang murid kita bisa dinasehati dengan cara yang baik. Tapi kadang perlu juga kita bicara tegas, menampar kesadarannya, agar sang murid menyadari kepongahannya.

Kucoba tampar kesadaran mereka dengan kalimat negatif. Kupikir, mungkin dengan cara itu teman-temanku yang potensial itu mau kembali ke domain positif :

arahnya jadi negatif gini sih. tak ada satupun yang bisa, sedikiiit saja memandang potensi positif temannya.
apa perlu pengurus yang ada dibubarkan? lalu siapa yang membubarkan? tokh yang saya tau mereka menjadi pengurus bukan karena keinginan sendiri.
saya beberapa kali bertemu Hilman, Eyang, Ella, Julie, Anny, Reza (dobel), Fandhie, Luv, Mou… saya tak melihat mereka sebagai sekelompok gank yang merugikan domain blogdetik…. See More
Jadi, apa perlu kita voting? bubarkan atau dukung? biar cepet selesai deh. yang merasa baik, silakan urus dblogger…

Aku senang komentar itu mendapatkan respons dari Luv. Ia mengingatkan agar aku tak terbawa arus. Sejujurnya, sejak awal aku tak terbawa arus, Luv. Itu cuma pancingan saja agar bisa mendapatkan sedikit kebeningan dalam genangan air yang makin mengeruh.

Aku bersyukur akhirnya mereka yang ditunggu menjelaskan duduk soalnya. Komentar KW dengan mem-paste chattingan dia dengan Hilman sebenarnya menjelaskan segalanya. Dan akhirnya sang Eyangpun menutup dengan pencairan yang bersahaja.

Itulah kita, dblogger… sebuah keluarga yang seru!

Advertisements
Tagged:
Posted in: Catatan Lepas