Wilt U heerlijke Koffie drinken?

Posted on 22 February 2010 by

8


Kudapatkan kopi itu sebagai cinderamata dari Ibuku tercinta. Pertama kali melihat kemasannya, aku langsung terpaku pada tulisan bahasa belanda dan terjemahan dalam bahasa tempo doeloe :

Wilt U heerlijke Koffie drinken?

Aroma en smaak blij-ven goed, indien U de-Koffie van de zak direct in een gesloten stopfles of blik overplaast. niet in de zak laten staan!

Maoe minoem Koffie selamanja enak?

Aromanja dan rasanja tinggal tetep, kaloe ini koffie soeda di boeka dari kantongnya harep di pindahken di stofles atawa di blik jang tertoetoep rapet. Djangan tinggal di kantong!

kopiaromaSebuah catatan sederhana dari pabrik Kopi yang ada di Jalan Bancey 51 Bandung, yang sejak zaman Belanda menjadi pusat bisnis dan pecinan. Pabrik kopi ini memproduksi kopi terbaik sejak tahun 1930-an. Dirintis oleh Tan Houw Sian, usaha keluarga Kopi Aroma kini diteruskan oleh generasi kedua.

Kopi Aroma dari Banceuy bukanlah kopi biasa. Setelah dibeli dan dibersihkan, biji-biji kopi disimpan dalam karung selama bertahun-tahun untuk mengurangi keasaman (acidity). Paling cepat 8 tahun. Dengan begitu, selain menjadi semakin nikmat, kopi ini dipercaya tidak mengganggu kerja lambung.

Langsung saja aku memasak air. Kusiapkan cangkir kopi dan membuka bungkusnya. Alamakjang… aromanya membuatku berharap agar air yang kumasak cepat mendidih. Setelah segalanya siap, 2 sendok kecil bubuk kopi kumasukkan ke cangkir keramik, lalu kuseduh dengan air mendidih. Seperti biasa, kuikuti cara kyai menghidangkan kopi : diamkan dahulu beberapa menit agar kopinya matang, baru setelah itu diaduk.

Warna hitam pekat dan aroma yang menjalari lubang hidungku, membuatku tak tahan untuk tidak menyeruput kopi itu. Rasanya… nikmat dan khas arabica.

Advertisements
Tagged: , ,
Posted in: Sepele