Dikira Kesurupan

Posted on 12 April 2010 by

8



sakaw_by_renansaOrang tua itu tergesa-gesa menemui kyai. Wajahnya yang secara default selalu panik, makin tambah parah kesannya.

“Tolong, kyai. tolong! Anak saya kerusupan!” pintanya meskipun belum duduk di depan kyai.

“Anakmu yang mana?” tanya kyai yang sedang browsing dengan laptop kreditan di atas tikar pandan.

“Si Bleguk!”

“Iya, tapi mana anaknya? Kenapa nggak dibawa ke sini?”

“Astaghfirullah! Lupa kyai. Hampura, maaf, saya panik, jadi anak saya ketinggalan.

Orang tua yang baru saja jongkok di depan kyai, seraya bangkit menuju motornya. Belum sempat ia menyalakan mesin, sebuah mobil berhenti di sebelahnya. Keluarlah serombongan orang dari dalam mobil sambil menggotong anak yang tertinggal.

“Alhamdulillah, kalian bawa kemari!” Orang tua itu berterimakasih kepada serombongan tetangga yang mengantarkan anaknya ke rumah kyai.

“Iya, si bapak gimana sih, masa anak ditinggal!” Istrinya yang baru keluar dari pintu sebelah supir merengut kepada suaminya.

“Sudah, bawa ke sini!” pinta kyai. Merekapun mendudukkan si Bleguk di hadapan kyai. Sebenarnya nama anak itu bukan Bleguk. Itu hanya nama panggilan. Mungkin karena sikap si anak terlalu sering menyebalkan, maka orang tuanya menjulukinya si Bleguk.

Kyai menatap si Bleguk yang hanya menunduk ketakutan hingga tangannya gemetaran.

“Ini mah bukan kesurupan!” kata kyai

“Sejak pagi dia teriak-teriak, kadang cengar-cengir sendiri… itukan ciri-ciri kesurupan, kyai?” protes orang tuanya.

“Coba berdiri!” Pinta kyai kepada si Bleguk. Lalu kyai merogoh kantong celana jins yang kedombrangan. Kyai menemukan sesuatu, lantas menunjukkan kepada semua orang yang ada di sekelilingnya, “Coba lihat ini! Ini sisa lintingan cimeng! Ini anak baru ngerasain ganja… jadi bukan kesurupan!”

“eleuh-eleuh…. dasar Bleguk!” sang Ibu mengelepak kepala anaknya!

Advertisements
Tagged:
Posted in: KONYOL!!!